NuevaSystem Breakthrough Starts Here!

Posts Tagged ‘Sistem Informasi’

31
January

Apa Fungsi Sistem Informasi untuk Bisnis Anda?

Teknologi informasi (TI) dan sistem informasi (SI) telah menjadi istilah “keren” dan populer saat ini. Namun, para pemilik usaha yang masih awam terhadap SI mungkin masih belum mengetahui bagaimana kegunaan SI dalam bisnis mereka. Tentu saja sistem informasi yang dimaksud dalam tulisan ini adalah sistem informasi berbasis komputer. Berikut beberapa fungsi yang bisa dilakukan dengan menggunakan sistem informasi dalam proses bisnis:

  1. Pemrosesan Transaksi

    Sebuah toko atau swalayan menjual ratusan jenis barang (item). Toko/swalayan tersebut melayani banyak pembeli tiap harinya sehingga jumlah transaksinya juga banyak. Bayangkan jika pemrosesan transaksi (perhitungan harga) dilakukan secara manual oleh penjual, tentu saja hal tersebut akan memakan waktu yang lama dan peluang terjadinya kesalahan juga cukup besar. Waktu pemrosesan transaksi yang lama dan kesalahan dalam perhitungan harga bisa membuat pelanggan lari ke pesaing.

    Contoh Point of Sales

    Contoh Point of Sales

    Kebanyakan toko dan swalayan saat ini telah memiliki mesin kasir untuk memproses transaksi penjualan. Mesin kasir tersebut umumnya terdiri dari barcode scanner untuk input barang, keyboard, CPU, monitor (ukurannya biasanya lebih kecil dibanding monitor komputer pada umumnya), printer untuk mencetak struk, dan juga perangkat lunak (software) untuk memproses transaksi. Daftar harga setiap barang telah tersimpan dalam basisdata dan dapat diperbarui (update) secara real-time. Perangkat lunak dalam mesin kasir telah diprogram untuk menerima input barcode dari barcode scanner atau kode barang dari keyboard lalu menentukan harga barang tersebut berdasarkan daftar harga pada basisdata. Selanjutnya, perangkat lunak tersebut akan mengalikan harga barang tersebut dengan jumlah pembeliannya dan kemudian akan menghitung total harga penjualan. Setelah pembeli melakukan pembayaran maka struk penjualan akan dicetak dengan printer.

    Sistem yang dideskripsikan tadi dikenal dengan istilah Point of Sales (POS). Penggunaan POS tentu saja akan mempercepat pemrosesan transaksi dan meminimalkan peluang terjadinya kesalahan dalam perhitungan harga. Selain transaksi penjualan, tentu saja masih banyak terdapat jenis transaksi yang dapat dimudahkan pemrosesannya dengan teknologi informasi seperti transaksi pembelian, pembayaran hutang, pemberian piutang, dan sebagainya.

  2. Pengawasan

    Masih menggunakan ilustrasi toko/swalayan di atas, penggunaan POS juga memungkinkan pemilik usaha untuk mengawasi kinerja pegawainya (terutama kasir). Pemilik usaha dapat mengetahui berapa jumlah uang dan barang yang seharusnya ada saat ini untuk dicocokkan dengan jumlah uang/barang sesungguhnya. Hal tersebut dapat dilakukan karena setiap transaksi yang diproses oleh POS akan tersimpan dalam basisdata. Demikian pula halnya dengan sistem informasi berbasis komputer selain POS, pengawasan dapat dilakukan karena setiap transaksi tersimpan dalam basisdata.

  3. Pengingat

    Sistem informasi berbasis komputer juga dapat digunakan untuk mengingatkan Anda terhadap tagihan yang harus dibayar besok atau jumlah piutang yang belum ditagih. Hal ini dapat dilakukan karena sistem akan menyimpan tagihan hutang atau piutang dalam basisdata dan akan melakukan pengecekan secara otomatis dan periodik apakah batas waktu tagihan sudah hampir terlewati atau belum. Keunggulan dari fungsi pengingat yang dimiliki oleh sistem informasi berbasis komputer adalah fungsi tersebut dijalankan secara otomatis tanpa pengguna harus mengecek sendiri.

  4. Penggalian Informasi

    Dengan disimpannya setiap transaksi dalam basisdata, maka kita dapat menggali informasi dari basisdata transaksi tersebut sesuai dengan kebutuhan kita. Baik laporan detail maupun laporan rekap penjualan harian dapat dihasilkan dari basisdata tersebut. Beberapa informasi lain yang sering dibutuhkan oleh pelaku usaha toko/swalayan adalah barang apa saja yang tingkat perputarannya tinggi, stok barang, jumlah hutang dan piutang, serta masih banyak lagi informasi menarik yang dapat diperoleh dari basisdata transaksi. Format laporan juga bisa disajikan dalam bentuk tabel, grafik, atau bahkan animasi. Informasi-informasi tersebut nantinya dapat digunakan sebagai bahan pengambilan keputusan bisnis.

gambaran fungsi sistem informasi berbasis komputer untuk bisnis

gambaran fungsi sistem informasi berbasis komputer untuk bisnis

Keunggulan utama dari sistem informasi berbasis komputer adalah sifatnya yang online dan real-time. Laporan dapat dihasilkan langsung dari basisdata transaksi sehingga mencermikan kondisi terkini dari operasional bisnis. Semua transaksi juga tercatat dalam bentuk softcopy sehingga dapat ditelusuri secara mudah. Meskipun demikian penerapan sistem informasi berbasis komputer untuk bisnis bukannya tanpa resiko. Resiko-resiko tersebut akan saya bahas dalam tulisan saya selanjutnya.

Gambar POS diambil dari www.ystostore.com

20
October

Tipe Data Uang pada Program Aplikasi

Artikel ini terinspirasi oleh pengalaman pribadi ketika saya ikut mengembangkan sistem informasi akuntansi (SIA) di kampus dan juga tulisan Martin Fowler1 dan John N. Armstrong2. Sebenarnya ada banyak hal yang ingin saya tulis dari pengalaman saya (yang masih seumur jagung) dalam mengembangkan sistem informasi. Mudah-mudahan kalau saya sempat niat tersebut dapat terlaksana :-D .

Jadi, kenapa tipe data uang dibutuhkan? Kenapa tidak menggunakan tipe data numerik yang sudah disediakan oleh bahasa pemrograman seperti integer atau floating-point? Fowler menyampaikan dua alasan utama, yang pertama adalah masalah perbedaan mata uang (currency). Masalah ini tidak akan saya bahas karena hingga saat ini saya hanya mengembangkan aplikasi sistem informasi dengan mata uang rupiah saja :-D . Permasalahan yang kedua adalah masalah pembulatan. Jika masalah pembulatan ini tidak diperhatikan maka kita dapat kehilangan atau kelebihan nilai sen dalam perhitungan keuangan yang dilakukan dalam aplikasi kita. Tipe data numerik yang disediakan oleh kebanyakan bahasa pemrograman menangani kedua permasalahan tersebut. Namun, bahasa pemrograman berorientasi objek memungkinkan kita untuk menangani masalah tersebut dengan membuat kelas Uang sendiri.

Pertama-tama, kita membutuhkan properti pada kelas Uang yang akan dibuat untuk menyimpan jumlah uang. Menurut Fowler tipe data yang tepat untuk menyimpan jumlah uang adalah integer atau fixed decimal. Menyimpan jumlah uang dengan tipe data double tidak tepat karena presisi dari tipe data tersebut tidak terjamin. Hal tersebut ditunjukkan oleh contoh berikut (dalam bahasa Java):


double val = 0.00;
for (int i=0; i < 10; i++) val += 0.10;
System.out.println( val == 1.00 );

Potongan kode di atas akan menghasilkan keluaran false. Dalam perhitungan keuangan diperlukan tingkat presisi yang pasti, oleh karena itulah tipe data double bukan merupakan pilihan yang tepat. Tipe data integer digunakan ketika kita tidak memerlukan bagian sen atau jika kita menyimpan nilai uang dalam sen. Tipe fixed decimal tidak disediakan secara built-in oleh kebanyakan bahasa pemrograman, namun Java Standard API menyediakan kelas BigDecimal yang merepresentasikan fixed decimal (saya tidak tahu untuk bahasa pemograman yang lain).

Operasi penjumlahan dan pengurangan dapat dilakukan secara normal menggunakan operator yang ada atau menggunakan method yang disediakan oleh kelas BigDecimal (jika kelas BigDecimal yang digunakan). Namun, jika aplikasi yang kita buat menangani lebih dari satu mata uang maka kita harus memperhitungkan penjumlahan/pengurangan untuk mata uang yang berbeda. Cara yang paling mudah dan sederhana untuk menangani kasus tersebut adalah dengan tidak mengizinkannya (melemparkan eksepsi).

Proses perkalian dan pembagian harus memperhatikan masalah pembulatan. Jenis pembulatan (floor, ceil, round) bisa berbeda sesuai dengan aturan atau konvensi yang diberlakukan pada sistem yang kita buat. Ada juga kasus khusus ketika kita ingin mengalokasikan uang menjadi beberapa bagian. Berikut adalah contoh yang diberikan oleh Fowler: misal kita harus mengalokasikan uang 5 sen ke dua akun. Jika kita menggunakan pembagian biasa maka kita akan mendapatkan 3,5 sen dan 1,5 sen. Jika kita menggunakan pembulatan round maka 3,5 sen menjadi 4 sen dan 1,5 sen menjadi 2 sen. Jadi kita mendapatkan tambahan 1 sen. Jika floor yang digunakan maka 3,5 sen menjadi 3 sen dan 1,5 sen menjadi 1 sen. Jadi kita kehilangan 1 sen. Contoh tersebut menunjukkan bahwa kita harus mampu menangani kasus alokasi uang. Beberapa solusi untuk masalah alokasi uang telah dibahas oleh Fowler.

Penting juga bagi kita untuk memperhatikan tampilan uang ketika dicetak atau dilihat pengguna. Biasanya nilai uang akan ditampilkan dengan titik/koma untuk memisahkan tiap 3 digit dan koma/titik untuk memisahkan antara bagian bulat dan bagian sen. Pembuatan method untuk mengatur tampilan uang tersebut akan memberikan tampilan yang baik untuk antarmuka pengguna dan laporan yang dihasilkan. Akan lebih baik pula jika kita membuat method untuk menangani penerjemahan masukan string nilai uang yang dimasukkan pengguna (kebalikan dari proses menampilkan nilai uang).

Setelah diuraikan hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam pembuatan tipe data uang, maka bagaimana immplementasinya? Untuk masalah implementasi Anda harus bersabar menunggu artikel berikutnya :-D . Saya berencana menulis mengenai implementasi tipe data uang dalam PHP. Untuk implementasi pada Java Anda bisa merujuk pada Fowler dan Armstrong. Implementasi Armstrong didistribusikan dengan lisensi GPL dan disertai dengan dokumentasi yang cukup lengkap.

Referensi

  1. ^Fowler, Martin (2002). Patterns of Enterprise Application Architecture.
  2. ^Armstrong, John N. (2004). Java and Monetary Data.