NuevaSystem Breakthrough Starts Here!

Posts Tagged ‘Internet’

29
September

Presidential Lecture Eugene Kaspersky 10 Oct ‘09

HIMAKOM UGM, HMEI UGM, dan FMIPA UGM bekerjasama dengan Kasperskey Lab akan mengadakan kuliah umum dengan judul Taking Responsibility for The Internet yang akan dibawakan oleh CEO Kaspersky Lab yaitu Eugene Kaspersky.

Read More →

24
September

Kembalinya Selera Makan Google

Kembalinya Selera Makan Google
Google  tidak menjadi sebesar ini semata-mata karena inovasinya yang mengejutkan jagat internet. Di lantai bursa, Google juga selalu mengambil langkah yang menarik perhatian. Sebagai perusahaan publik, Google punya kewajiban untuk terus meningkatkan nilai perusahaannya dengan terus berinovasi, baik secara internal maupun dengan membeli perusahaan lain. Langkah akuisisi inilah yang sering menjadi sorotan dari banyak kalangan. Google juga cukup piawai dalam memilih menu akuisisinya.
Berangkat dari teknologi pencarian sebagai inti bisnisnya, Google terus mengembangkan lini usahanya. Tak mau repot dan kehilangan fokus, Google membeli banyak startup untuk mengembangkan beragam layanan baru selain teknologi pencarian. Beberapa nama besar turut menjadi santapan Google untuk terus tumbuh. YouTube, FeedBurner, dan DoubleClick adalah beberapa nama yang turut bergabung dengan raksasa mesin pencari ini untuk menjadikan Google penguasa informasi di internet dan tentu juga penguasa pundi-pundi harta di dunia maya.
Setelah cukup lama berpuasa, lebaran ini juga menjadi ajang bagi Google untuk kembali menyantap beberapa startup dengan membeli On2 Technologies dan reCAPTCHA. Nama kedua ini kabarnya akan dipakai memuluskan obsesi besar google untuk mendigitalkan ribuan buku sebagai koleksi Google Book. Ke depan Google belum akan berhenti tumbuh baik dengan terus mengembangkan inovasinya sendiri maupun dengan membeli perusahaan lain. Visualisasi ini menggambarkan perjalanan akuisisi Googleelama ini http://www.meettheboss.com/google-acquisitions-and-investments.html#

Google  tidak menjadi sebesar ini semata-mata karena inovasinya yang mengejutkan jagat internet. Di lantai bursa, Google juga selalu mengambil langkah yang menarik perhatian. Sebagai perusahaan publik, Google punya kewajiban untuk terus meningkatkan nilai perusahaannya dengan terus berinovasi, baik secara internal maupun dengan membeli perusahaan lain. Langkah akuisisi inilah yang sering menjadi sorotan dari banyak kalangan. Google juga cukup piawai dalam memilih menu akuisisinya.

Read More →

01
August

Deal Microsoft-Yahoo: Apa Maunya?

Tampaknya hasrat terpendam untuk mulai menggerus tahta si raja mesin pencari mulai nampak nyata. Setelah menebar ancaman dengan Bing-nya, Microsoft bermanuver makin gesit. Pernah gagal meminang Yahoo, Microsoft akhirnya menjalin kerjasama dengan pesaing Google di dunia maya ini. Microsoft akan memfasilitasi mesin pencari Yahoo dan keduanya saling memperkuat lini iklan masing-masing.

Read More →

23
July

Card.ly: online business card

Layanan ini masih cukup baru: kartu nama online. Cara registrasi sangat gampang dan tidak berbayar. Cukup masuk ke card.ly lalu sign up dan isi informasi-informasi yang diminta di sana. Ada sekitar enam langkah yang perlu dilakukan untuk mendaftar. Kartu nama online ini langsung terhubung ke beberapa jejaring sosial dan microblogging seperti facebook, twitter, digg, flickr, youtube, stumbleupon, dan lain-lain. Dan tentu saja alamat blog Anda dapat disertakan disana. Card.ly ini juga memungkinkan penggunanya untuk menaruh vCard pada website, email, atau dimana saja Anda inginkan. Have fun :)

26
June

Bagaimana Suatu Halaman Web Diakses?

Ada beberapa cara, kebanyakan di antaranya adalah:

  1. Pengunjung mengetahui alamat halaman web tersebut (URI) dan membukanya melalui web browser

    Alamat tersebut bisa saja didapatkan pengunjung dari temannya atau dia hapal alamatnya. Hanya situs web yang benar-benar populer yang akan dihapal oleh pengguna Internet. Siapa yang tidak hapal alamat situs Google, Yahoo, dan Facebook?

  2. Melalui link yang ada pada halaman yang sedang dibuka.

    Cofounder Google, Larry Page, membuat algoritma PageRank yang digunakan pada Google untuk menentukan peringkat suatu halaman web dalam hasil pencarian. Jika banyak halaman web yang merujuk pada suatu halaman web tertentu, terlebih lagi jika link tersebut dirujuk oleh situs web yang kredibel (biasanya situs dengan domain *.edu, *.gov, *.mil), maka halaman web yang dirujuk akan memiliki peringkat yang tinggi dan akan tampil dalam urutan tinggi pada hasil pencarian.

    Ide mengenai PageRank berdasarkan pengamatan mengenai perilaku orang saat menjelajahi web, di mana mereka akan mengakses suatu situs yang telah mereka ketahui (atau hapal) alamatnya (biasanya situs yang benar-benar populer atau yang penting), lalu menelusuri link-link yang ada secara acak sesuai dengan minat masing-masing pengguna. Tentu saja suatu halaman web yang banyak dirujuk oleh halaman web yang lain terutama oleh situs web populer/penting maka peluang orang menemukan halaman web tersebut akan semakin besar. Melihat dua cara paling umum suatu halaman web diakses yang saya sebutkan, ide Larry Page mengenai algoritma PageRank benar-benar sederhana tapi cemerlang bukan?

  3. Melalui hasil pencarian mesin pencari

    Jika kita menyebutkan mengenai mesin pencari maka hampir pasti yang dimaksud adalah Google :-D . Anda memasukkan satu atau lebih dari kunci pada mesin pencari, lalu mesin pencari akan mencari halaman web yang sesuai dengan kata kunci yang dimasukkan dari jutaan halaman web yang tersimpan dan terindeks oleh mesin pencari tersebut. Dengan begitu dominannya Google sebagai mesin pencari di dunia web maka jika situs Anda tidak terindeks olehnya atau dengan berbagai macam sebab situs web Anda tidak muncul pada urutan yang tinggi pada hasil pencarian, situs Anda bukan merupakan situs yang diingat oleh kebanyakan orang, dan tidak ada halaman web lain yang merujuk pada situs Anda maka hampir bisa dikatakan bahwa situs web Anda tak terjangkau di Internet.

  4. Melalui situs social bookmarking/tagging

    Cara keempat ini mungkin kurang populer bagi kebanyakan pengguna Internet, terlebih lagi di Indonesia. Social bookmarking adalah aktivitas di mana pengguna menyimpan link yang ingin mereka ingat atau bagi dengan pengguna layanan social bookmarking yang lain. Selain disimpan, biasanya link tersebut juga akan dilabeli (tagging) dengan kata-kata kunci yang sesuai dengan isi halaman tersebut. Dengan dikumpulkannya link-link yang disimpan, dibagi, dan dilabeli oleh pengguna layanan social bookmarking dari seluruh dunia, maka pengguna dapat menemukan halaman-halaman web yang paling populer (ditinjau dari banyaknya pengguna yang mem-bookmark halaman tersebut) pada label kata kunci tertentu. Selain itu situs layanan social bookmarking juga dapat memberikan saran mengenai halaman web apa saja yang kira-kira menarik bagi pengguna berdasarkan halaman-halaman web yang telah dia bookmark dan pola halaman-halaman web yang di-bookmark oleh pengguna lain yang memiliki minat yang mirip.

13
June

Beriklan di Bing Lebih Efektif Daripada di Google?

Belum lama beredar, mesin pencari baru andalan Microsoft, Bing, telah menebar ancaman bagi pesaingnya. Tak kurang, bahkan simbahnya mesin pencari pun ikut diusik. Setidaknya inilah hasil penelitian dari User Centric. Perusahaan konsultan ini melakukan studi eye-tracking untuk membandingkan antara pencarian di Bing dan Google. Hasilnya 42% peserta studi melihat iklan di Bing setelah mencari, dibanding dengan 25% pada Google.

Read More →

11
June

Kata Kunci Pencarian Paling Berbahaya

Banyak orang mengira ‘porn’, ‘xxx’, atau ‘warez’ merupakan kata kunci pencarian paling berpotensi mengantarkan pada link atau software berbahaya di internet. Benarkah demikian?

Adalah McAfee, salah satu penyedia layanan anti virus, yang melakukan penelitian mengenai kata kunci paling berbahaya di internet. Mereka menganalisa 2.000 kata dan frasa paling populer yang digunakan di mesin pencari pada tahun 2008.
riskiest-in-us

Dari berbagai kata kunci yang populer di jagad maya, yang berisiko rendah justru mengenai piranti software bajakan atau pornografi. Orang-orang di belakang situs-situs berbahaya ternyata memilih menggunakan kata-kata populer untuk menebarkan scam. Menurut hasil penelitian itu pula, kata kunci ‘work from home’ berisiko empat kali lebih besar dibanding rata-rata keseluruhan kata populer.

Sumber: Lifehacker, McAfee